Senin, 17 Desember 2012

Solusi Membasmi Rayap Ramah Lingkungan


Rayap hidup dalam komunitas besar dan senang berada di tempat yang lembap dan gelap seperti gudang atau loteng yang terkena bocoran air. Serangga ini berkembang biak sangat cepat di Indonesia. Itu karena negara kita memiliki suhu yang hangat dengan kelembapan tinggi yang menjadi kesenangan binatang ini dalam berkembang biak. Maka, perlu perhatian ekstra untuk memberantas rayap dari rumah kita.
Satu hal yang perlu diingat, saat musim hujan tiba, biasanya rumah kita akan didatangi banyak laron yang mengerubungi lampu. Kita harus hati-hati dengan keberadaan laron-laron ini. Sebab, laron akan bermetamorfosis menjadi rayap yang kemudian menyusup ke dalam rumah.
Keberadaan rayap memang sangat mengganggu kehidupan kita. Serangga yang satu ini bisa merusak segala peralatan atau bahan bangunan yang terbuat dari kayu. Tak jarang, kita harus mengganti kayu atap rumah karena telah lapuk dimakan rayap. Tidak hanya atap, kusen dan daun pintu serta jendela juga tak luput dari serangan rayap.
Jika sudah begitu, mau tak mau kita harus mengganti kayu atap rumah, kusen, dan daun pintu serta jendela yang rusak karena rayap tersebut. Ini tentu saja makin banyak kayu yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak pohon yang ditebang untuk mengganti kayu yang rusak oleh rayap tersebut.
Nah, agar tidak sering mengganti bahan-bahan rumah tangga dari kayu yang rusak karena dimakan rayap, kita harus menghindari perkembangbiakan serangga ini di rumah kita. Caranya bermacam-macam, mulai dari yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan obat berbahan kimia hingga memakai cara yang alami menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Tindakan Pencegahan
Dalam hal ini, mencegah tentu saja lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, sebelum membangun rumah, kita harus memikirkan berbagai caranya agar rayap tidak bersarang di rumah kita. Misalnya, gunakan kayu antirayap dari jenis kayu yang awet seperti kayu jati. Kita juga bisa memakai kayu jenis lain asalkan telah dioven untuk menghindari pelapukan akibat rayap.
Yang juga perlu diperhatikan, dalam membangun rumah, usahakan untuk menghindari kontak bagian-bagian bangunan yang menggunakan kayu dengan tanah. Memang, jenis rayap seperti Macrotermes, yang biasanya bersarang di tanah, mampu menembus lantai dan tembok hingga beberapa sentimeter. Tapi, setidaknya, dengan cara ini, serangan rayap bisa diperlambat dan dideteksi lebih awal lewat lubang yang mereka buat.
Ciri-ciri bahwa kayu telah terserang oleh rayap adalah adanya butir-butir halus berwarna putih di sekitarnya. Pada salah satu bagian batang kayu biasanya juga telah mengalami pengeroposan. Jika terjadi tanda-tanda seperti itu, kita harus cepat mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan kayu yang lebih parah.
Tindakan Penanganan
Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk ini. Yang pertama dengan penyemprotan. Bagian bangunan yang menunjukkan gejala serangan rayap disemprot dengan termitisida. Cara ini akan membasmi rayap yang bersarang di kayu yang telah diserang tersebut. Serangga yang ada di kayu ini masuk dalam jenis rayap yang disebut Cryptotermes.
Tapi penyemprotan itu hanya membasmi rayap yang berada di kayu. Yang bersarang di tanah tetap aman. Cara ini perlu dikombinasikan dengan injeksi termitisida ke dalam tanah di sepanjang fondasi bangunan.
Yang kedua dengan menggunakan pengumpan teknologi sentricon. Metode pengendalian ini lebih ramah lingkungan karena langsung menyerang rayap dan koloninya. Pengumpan sentricon ini terdiri atas dua buah alat. Yang pertama adalah sebuah pengumpan yang ditempatkan di dinding atau kusen yang menjadi jalur rayap. Yang satunya lagi berupa detektor rayap yang ditanam di tanah.
Pada kedua alat tersebut ter da pat semacam tisu yang men jadi makanan rayap. Tisu ini meng an dung heksaflumuron, enzim hormon yang menekan metabolisme pertumbuhan rayap, dan akhirnya membunuh rayap tersebut. Setelah alat dipasang, rayap akan datang, memakan, dan mendistribusikan tisu ini ke seluruh koloni. Akhirnya, seluruh koloni rayap akan teracuni, termasuk yang berada di dalam tanah. Biasanya, dalam waktu delapan minggu, koloni rayap akan mati.
Alternatif Murah Membasmi Rayap
Jika sulit mendapatkan bahan-bahan seperti itu, kita bisa menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. Cara pembuatannya pun mudah dan murah.
1. Puntung Rokok
Caranya, rendam 10 batang puntung rokok menggunakan 2 gelas air dan ditambah garam 1/2 sendok makan. Biarkan larutan itu selama semalaman. Setelah itu, saring larutan tersebut dan masukkan ke dalam alat penyemprot. Lalu, semprotkan pada bagian kayu yang terserang rayap.
2. Air Bekas Mencuci Beras
Kita bisa mencobanya dengan menyiram tanah atau kayu yang menjadi sarang rayap dengan air bekas mencuci beras. Air yang digunakan adalah air mencuci beras yang pertama. Air ini akan membuat rayap pergi.
3. Daun Pepaya dan Daun Sirih
Caranya, masukkan daun pepaya dan daun sirih ke dalam blender. Perbandingannya 2 untuk daun pepaya dan 1 untuk daun sirih. Tambahkan air secukupnya. Setelah daun tersebut lembut, saring untuk mendapatkan airnya. Lalu, tambahkan air hasil saringan tersebut dengan alkohol 70% dengan perbandingan 2 : 3. Larutan pun siap disemprotkan ke tempat yang terkena rayap.
Sumber: Disarikan dari bulevarhijau.com dan forum.detik.com

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review